JOHN LIE

LIE 
Namanya John Lie, Lengkapnya: John Lie Tjeng Tjoan, anak kedua dari delapan bersaudara, pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tseng Nie. 
Ayah John adalah pengusaha pengangkutan berbagai barang dagangan yang terkenal di Manado, Sulawesi Utara, semasa negara ini belum merdeka.

Sebagai anak laki-laki, John tak tertarik pada bisnis transportasi. Ia lebih senang pada kapal, pelayaran dan laut yang penuh tantangan. Tak heran, bila bocah kelahiran Manado, 11 Maret 1911, ini senang betul tatkala iring-iringan kapal perang gugus tugas AL Belanda sandar di pelabuhan Manado untuk istirahat. Lie ingin melihat lebih dekat kapal-kapal hebat ini.

Darahnya menggelora. Padahal ia baru 10 tahun. Terkagum-kagum ia melihat turet meriam, anjungan kapal yang gagah dan seragam AL yang putih mengkilat. 

Usia 17 hasratnya untuk mengenal laut tak bisa lagi terbendung. Dengan uang tabungan,  John nekad kabur menuju Jakarta. Tak memiliki sanak saudara, di Tanjung Priok ia luntang-lantung. Demi menyambung hidup ia bekerja sebagai kuli angkut barang, sambil ikut kursus pelatihan soal navigasi kapal.

Lie sempat jadi pesuruh di sebuah kapal jasa paket milik Belanda, sebelum akhirnya masuk sebagai pelaut di Kapal Motor Tosari yang melayani pelayaran ke luar negeri. 
Perang Dunia Kedua pecah dan KM. Tosari dijadikan kapal perbekalan bagi tentara sekutu. Di kapal inilah Lie diajari dasar-dasar militer, agar bisa membela diri. Termasuk teknik-teknik menghindar dari pengejaran, yang kelak sangat berguna bagi tugasnya.

Sesampainya di tanah air, Mei 1946, Lie langsung mengabdikan diri pada Angkatan Laut Republik Indonesia, yang waktu itu masih bernama BKR LAUT (Badan Keamanan Rakyat) dan bertemu dengan pimpinannya, Laksamana Mas Pardi di markas besarnya di Jogjakarta.

Sebentar. Markas Angkatan Laut di Jogjakarta? Jauh dari pantai? 
Begitulah faktanya, AL kita pernah bermarkas di kota yang jauh dari laut! Tal ada pelabuhan di Jogjakarta. Sebagian besar kapal-kapal kita sudah dihancurkan Belanda! Masa-masa yang sungguh kelam dan membuat pilu hati. Markas AL pun mengungsi!

Mas Pardi, langsung terkesan dengan pengalaman Lie dalam dunia pelayaran hingga manca negara.
"Kita kurang personil. Kamu mau pangkat apa? Mayor?" tanya Bapak Angkatan Laut Republik Indonesia itu.
Lie langsung menjawab: "Saya kemari tidak mencari pangkat. Saya hanya ingin mengabdi"
Akhirnya, Lie mendapat pangkat kelasi III dan di tempatkan di Cilacap, sebuah kota pelabuhan di Jawa Tengah bagian selatan.

Lalu, tantangan baru pun muncul. Sebuah kapal dagang besar berbendera Singapura penuh muatan karet sebanyak 800 ton milik negara, hendak diselundupkan ke Singapura dan hendak dijual di sana.
Kapten kapalnya takut. Ia tahu, di tengah jalan pasti akan dicegat kapal perang Balanda. Dengan kapal penuh muatan begitu, lajunya jadi lambat, sulit untuk lari menghindar.
Lie mengambil tantangan itu, menggantikan sang kapten. Dan mulai berlayar keluar Cilacap. Memasuki selat  Sunda, semua lampu penerang (navigasi) ia matikan dan melaju lurus menuju Kota Singa. Lie sukses mengantarkan muatan!

Dari sanalah peran 'penyelundup bagi Negara' bermula. Ia biasa membawa barang dagangan milik saudagar besar dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan selalu sukses dijual ke Singapura, Malaysia atau Thailand. Para pedagang ini pun tak sungkan menyisihkan sebagian keuntungan bagi Republik yang masih belia.

1947 ketika negara berhasil membeli 10 kapal cepat, Lie pun mendapat salah satu diantaranya. Ia memberi nama kapalnya "Outlaw" bisa diartikan sebagai: berandalan, bengal, badung atau tak tahu aturan.
Dan dari perjuangan Lie kemudian kita tahu: semua sepak terjangnya tidak ada dalam aturan baku!

Tugasnya mentereng: menyelundupkan barang dagangan ke negara asing, menjualnya, dan uangnya lalu dipakai buat membeli aneka macam senjata: pistol, senapan mesin, amunisi, peluru, granat hingga mortir. 
Lie 'belanja'  di pasar gelap, lalu menyelundupkannya masuk ke negara ini setelah lebih dahulu selalu berhasil mengelabuhi cegatan AL Belanda, Inggris dan Amerika.
Senjata-senjata inilah yang kemudian disalurkan ke berbagai daerah perjuangan di seluruh Indonesia guna melawan Belanda! 

Tak heran bila senjata milik pejuang kita -dahulu- bisa beraneka macam bak permen nano-nano. Sebagian hasil merebut dari musuh dan sebagian besar adalah hasil selundupan. Ada Sten buatan Inggris, Luger pistol Jerman, Browning Amerika, senapan mesin Sovyet. Pendeknya ada uang, ada barang!

Lie bukan penyelundup biasa. Ia 'sakti'. "Berandal " ini diberi kebebasan luar biasa untuk bergerak. Jangan kaget ia dibekali surat tugas -menyelundup-langsung dari Kolonel Abdul Haris (AH) Nasution, selaku wakil Panglima TKR (Tentara Kemanan Rakyat) atau orang kedua setelah Panglima Besar Soedirman!
Selain itu pelaut ini juga mengantongi 'surat 'pengantar' dari semua tetua/ tokoh suku di Sumatera Utara dan Aceh agar ia tidak diganggu!

Lie disukai semua kalangan. Bagaimana tidak? Saudagar menyayangi dia, sebab dagangannya laku dengan baik di luar negeri. Penerima barang di Singapura dan Malaysia juga suka, karena Lie selalu membawa barang terbaik. 
Pedagang senjata, apalagi. Matanya yang sipit, karena ia memang keturunan cina, memudahkan Lie masuk ke berbagai kalangan dunia hitam penjual senjata. 
Ia yang juga seorang Nasrani yang taat, yang juga diterima di kalangan saudagar berkulit putih. Sempurna sekali.

Buat TNI? Besar jasanya. Sebagian besar senjata untuk perjuangan, yang dimiliki TNI,  salah satunya berkat pengabdian dan perjuangan Lie dalam menyelundupkan senjata.

Lie terkenal. Ia diburu oleh AL Belanda, AL Inggris dan Amerika, tapi Outlaw selalu bergerak  dengan senyap. Menghilang ditelan gelapnya malam. Ia hapal semua dangkal dalamnya perairan. Kapan pasang dan surutnya laut. Pintu masuk jalan tikus semua pelabuhan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, Malaysia bahkan hingga ke Thailand! Berlayar dalam gelap, tanpa lampu penerang (navigasi), sudah biasa baginya.

Orang-orang di Selat Malaka sampai menjulukinya sebagai 'Hantu Malaka' dan wartawan BBC yang pernah ikut memburunya menyebut kapal Outlaw dan kaptennya, John Lie, sebagai "the black speed boat". 
Di Phuket, Thailand, Roy Rowan wartawan majalah Life terbitan Amerika, membuntuti sepak terjangnya dan memuat dalam tulisan dan foto menawan sepanjang 4 halaman penuh. Roy kagum pada dedikasi Lie, yang membawa begitu banyak uang kontan tetapi tetap terpakai sebagaimana mestinya, belanja senjata!

Perjuangan tak selamanya lancar.
Ketika Lie hendak keluar dari Labuan Bilik, sebuah pelabuhan di Malaysia, tiba-tiba sebuah pesawat Belanda terbang rendah, melintas tepat di samping kapal seperti hendak memeriksa, lalu di ujung sana tiba-tiba pesawat mendaki dengan cepat. Pilotnya seperti disadarkan, bawah kapal cepat di bawah sana adalah kapal penyelundup yang selama ini dicari. Ia harus segera bertindak.

Persawat mendadak berbalik dan menukik tajam. Ia siap menyerang! Lie sudah pasrah, tutup mata dan berdoa. Ia terpergok siang hari, di laut terbuka, tak ada pelindung apapun. Pesawat menukik cepat. Tepat disaat picu senjata hendak ditekan penembak, sang pilot iba-tiba membanting kemudi ke kanan lalu pergi.
Belakangan diketahui, bahan bakar pesawat sangat menipis, diperkirakan tak bisa terbang hingga pangkalan bila ia harus menembaki kapal. Outlaw selamat.

Di Selat Malaka ia hampir mati, ketika kapal cepat Belanda mencegatnya dan  langsung memberondong dengan peluru Bofors sebesar senter. Lie segera melaju cepat , tetapi peluru terus mengejarnya. 
Rasanya, keberuntungannya akan habis disini. Otlaw berlari zig-zag dan senapan mesin kapal dibelakang terus menyalak. Tak ada pilihan lain, ia memerintahkan anak buahnya berdoa. Kapal kalah cepat karena penuh senjata dan mesiu. Rasanya, tinggal menunggu ajal. Satu peluru saja masuk lambung kapal, tamat.
Tiba-tiba, entah mengapa, hujan turun dengan deras, laut pun mendadak bergelombang tinggi dan kabut turun. Ini kesempatan baik. Lie berbelok tajam dan segera menghilang!

30 September 1949, Lie mendapat tugas baru, mengisi sebagai perwira di Pos Hubungan Luar Negeri di Bangkok. Ia tugas di darat. Ironisnya kapal Outlaw yang pindah tangan ke Kapten Kusno tertangkap Belanda tepat di hari pertamanya berlayar!
Kisah heroik Outlaw pun berakhir.

Ketika perang dengan Belanda usai, dan banyak pemberontakan terjadi di berbagai daerah, John Lie kembali bertugas di laut. Ia membawa kapal pengangkut milik TNI-AL dan melayani mengangkutan logistik dan pasukan yang bertugas memadamkan pemberontakan RMS yang bermarkas di kota Ambon, Maluku.

Desember 1966 John Lie mengakhiri karirnya di Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (bintang dua - setara Mayor Jendral pada Angkatan Darat). 
Jendral Besar AH. Nasution memberi kesaksian, "jasa John Lie tiada tara besarnya bagi AL, karena ia adalah Panglima Armada AL di saat negara sedang dalam keadaan genting menghadapi pemberontakan di berbagai daerah, seperti pemberontakan RMS di Maluku, PRRI/ Permesta di Sumatera Barat, Makassar dan Sulawesi Utara"

Lie terpaksa mengganti namanya menjadi Jahja Daniel Dharma karena rezim orde baru yang tidak menyukai nama-nama berbau asing. 
Totalitasnya dalam mengabdi membuat ia terlambat untuk menikah. Ia menyunting Pdt. Margaretha Dharma Angkuw, diusianya yang ke 45 tahun!

Pasangan Lie dan Margaretha mengisi hari-harinya dengan mengurus dan menyantuni ratusan anak yatim piatu, orang-orang terlantar di jalanan, pemulung, tukang becak dan kaum papa lainnya. Harta dan uang pensiuannya habis untuk membantu mereka. Rumahnya selalu penuh oleh mereka yang minta tolong.

Pasangan ini tidak dikaruniai keturunan hingga Lie wafat pada tanggal 27 Agustus 1988 karena stroke dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. 
Pada 10 November 1995, Lie memperoleh Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto, dan Presiden SBY memberinya gelar: Pahlawan Nasional Pada 9 November 2009.
Nama Lie juga diabadikan menjadi nama kapal perang, KRI (Kapal Republik Indonesia)  John Lie, dengan nomor lambung 358, sebuah kapal perang jenis Korvet, kapal cepat, jenis yang cocok dengan karakter Lie saat dahulu membawa Outlaw!

Saat Lie wafat, rumahnya dipenuhi banyak tentara yang menjaga dengan penuh hormat dan Presiden Soeharto sendiri pun datang melawat, barulah ratusan pemulung, yatim piatu, tukang becak, gelandangan dan kaum papa lainnya tersadar: bahwa orang yang selama bertahun-tahun merawat mereka dengan harta benda milik pribadi, tanpa gembar-gembor, ternyata bukan orang sembarangan, ia seorang Pahlawan Negara!
Isak tangis warga tersisih tak tertahankan, ketika iring-iringan mobil Jenazah berangkat menuju makam, tempat Lie istirahat untuk terakhir kalinya.

Hari ini, 27 Agustus 2018, tepat di hari kepergianmu, Lie, saya pun mengenangmu, agar perjuanganmu tak sia-sia. Orang yang hebat. Yang rela berkorban apa saja demi tegaknya NKRI. 
Ketika kita -saudara sebangsa- berselisih karena SARA, saya sedih, ingat Lie.

Dari berbagai sumber,
(Gunawan Wibisono)
#pahlawannasional
#johnlie
#sejarahnasional
#kisahpahlawanku

Gereja Sidang Jemaat Allah Jambi DISEGEL

MOHN DUKUNG DOA

GSJA Jemaat Simp Rimbo Jambi telah disegel oleh Pemkot Jambi.
Jemaat ini berdiri sejak 15 th yl beranggota lk 80 jiwa dan ada izin lingkungan serta diketahui Kesbangpol.
Mhn dukungan Doa kita semua agar upaya yg sdng dikskukan berbagai pihak membuahkan hasil.
Dalam NKRI yg berdasarkn Pancasila dan UUD NRI 1945 seharusnya aktivitas ibadah setiap penduduk tidak dilarang tetapi dijamin oleh Penerintah.
Mari kita berdoa agr Tuhan,Raja dan Kepala Gereja menguatkan sdr2 di GSJA Jambi dan mereka akan dapat kembali beribadah dengan baik.
GSJA adalah Gereja Anggota PGI ke-82, pusat Sinode di Jakarta.
.
Weinata Sairin.

*RESMI JADI CALEG DPR RI, INI YANG DIBUTUHKAN RUDY HARYANTO SAAT INI*

*RESMI JADI CALEG DPR RI, INI YANG DIBUTUHKAN RUDY HARYANTO SAAT INI*


Sebagaimana telah diketahui bersama, Founder  *One Indonesia Satu* dan WAG  *IDNEWS*  *Rudy Haryanto* resmi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 5 (yang meliputi Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta) berdasarkan Daftar Caleg Tetap (DCT) DPR RI yang diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 20 September 2018

Setelah dinyatakan resmi sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 5 (yang meliputi Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta), lulusan SMUN.2 Jakarta tahun 1995 membutuhkan dana kampanye yang terbilang besar untuk membiayai:

1) Iklan di media sosial ( _Facebook Ads_)
2) Pembuatan atribut kampanye (kartu nama, kalender, stiker dan atribut kampanye lainnya)
3) Sewa kendaraan operasional buat kampanye
4) Seminar cara menghasilkan lapangan kerja lewat internet (termasuk  _Google Ads_ dan  _YouTube Ads_) bagi *siswa-siswi kelas 2 dan 3 SLTA*
6) Pelatihan digitalisasi *Usaha Mikro Kecil Menengah* ( *UMKM*) bagi para pelaku *Usaha Mikro Kecil Menengah* ( *UMKM*)
7) Kegiatan-kegiatan lainnya yang diadakan dalam masa kampanye *Pileg 2019*

Pria kelahiran Jakarta, 29 Juni 1977 tersebut sangat menyadari betul bahwa banyak anggota DPR yang tersandera oleh para pemilik modal kampanye dan juga fokus dalam mengejar balik modal kampanye caleg dengan menghalalkan segala cara, termasuk korupsi, saat mereka telah bekerja di parlemen

*Rudy Haryanto* juga sangat-sangat menyadari betul bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki modal yang cukup besar untuk membiayai kampanye dirinya, namun beliau memiliki satu tekad yang sangat-sangat kuat untuk menjadi wakil rakyat di Senayan yang menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dan juga keyakinan yang sangat-sangat besar bahwa masih banyak orang-orang yang mencintai tanah air mereka dan mau mengumpulkan dana kampanye buat  *Rudy Haryanto*

Keyakinan yang sangat-sangat besar itulah yang menjadi modal dasar bagi  *Rudy Haryanto* untuk memberanikan diri dalam mengajak seluruh masyarakat Indonesia, yang tergerak untuk mendukung orang-orang bersih duduk di pemerintahan ataupun parlemen, dalam  *patungan dana kampanye*, dimana seluruh masyarakat Indonesia, yang tergerak dan mau mendukung  *Rudy Haryanto* menjadi anggota DPR RI, dapat memberikan donasi dengan cara melakukan transfer donasi Anda ke rekening  *Bank Mandiri* a/c no.  *_1190006762189_* a/n :  *Rudy Haryanto*. Setelah melakukan transfer, silahkan kirim bukti transfer tersebut via  *WhatsApp* ( *WA*) ke  *_08111899677_*

Sebagai info tambahan, calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari  *Partai Solidaritas Indonesia* ( *PSI*) tersebut pernah bekerja di PT. *Bank Central Asia* TBK sebagai Staff _Payment Product Center_ (PPC) tahun 1997-1998, PT. *Carmall* sebagai _Account Executive_ tahun 2012-2013, dan PT. *Mobilwow* sebagai _Account Executive_ tahun 2013-2017

Selain itu, beliau juga pernah menjadi relawan  *Jokowi-Ahok* dalam  *Pilkada DKI Jakarta* 2012, relawan FORJJ (Forum Relawan  *Jokowi-JK*) dalam Pilpres 2014 dan juga relawan  *Teman Ahok* dalam  *Pilkada DKI Jakarta* 2017. Meski demikian,  *Rudy Haryanto* belum pernah bergabung dalam partai politik manapun ataupun duduk dalam parlemen maupun pemerintahan, sebelumnya akhirnya bergabung dalam keanggotaan  *Partai Solidaritas Indonesia* ( *PSI*), sehingga beliau boleh dikatakan bersih dari dosa-dosa politik masa lalu serta layak untuk Anda dukung menjadi anggota DPR RI

Saatnya kita sama-sama bangun bangsa dan juga mendukung  *Rudy Haryanto* untuk menjadi anggota DPR RI lewat donasi para pembaca sekalian dan masyarakat pada umumnya dalam  *patungan dana kampanye* ini, karena kami sangat yakin bahwa seberapapun besarnya dana kampanye yang dibutuhkan oleh  *Rudy Haryanto*, akan dengan sangat mudah terkumpul jika para pembaca sekalian dan masyarakat pada umumnya berkomitmen untuk sama-sama bangun bangsa dan merubah wajah perpolitikan Indonesia dengan cara mendukung orang-orang bersih seperti  *Rudy Haryanto* ini untuk menjadi anggota DPR RI lewat dana yang terkumpul dalam  *patungan dana kampanye* ini

Dengan memberikan donasi dalam  *patungan dana kampanye* ini, Anda turut berkontribusi dalam mendukung  *Rudy Haryanto* untuk merubah sistem perpolitikan Indonesia dengan melahirkan politisi-politisi bersih, baik di pemerintahan maupun parlemen

Tunggu apa lagi ? Segera berikan donasi Anda dalam  *patungan dana kampanye* ini sebagai salah satu bentuk dukungan agar  *Rudy Haryanto* dapat menjadi anggota DPR RI

Jangan lupa sebarkan artikel ini ke Facebook, Twitter, WhatsApp, BBM, Telegram, LINE, Path maupun media sosial lainnya yang Anda miliki agar lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui dan memberikan donasi mereka dalam  *patungan dana kampanye* buat  *Rudy Haryanto* sebagai salah satu bentuk komitmen kita semua untuk sama-sama bangun bangsa

SEMUA AKHIRNYA KEMBALI KE JALAN YANG BENAR DAN LURUS

SEMUA AKHIRNYA KEMBALI
KE JALAN YANG BENAR DAN LURUS

3 daerah berlabel BARAT di Indonesia yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat pada Pilpres 2014 Jokowi kalah. Di Sumatera Barat Jokowi hanya meraup suara 23,08%. Di Jawa Barat suara untuk Jokowi hanya meraih suara 40,22 % dan di NTB suara untuk Jokowi hanya 27,55 %.

Apakah kemudian Jokowi sakit hati ? TIDAK !!!
Jokowi tidak pernah membeda-bedakan prioritas pembangunan untuk ke provinsi "Barat" tersebut. Sama dengan daerah lain Jokowi dengan kerendahan hati dan kelembutan tetap rajin menyapa warga yang tidak memilihnya. Karena bagi beliau, semua masyarakat Indonesia harus diperhatikan, tanpa terkecuali.

Hasilnya ? Saat ini mayoritas Kepala Daerah Wilayah berlabel "Barat" ramai-ramai mendukung pencalonan Jokowi untuk periode kedua. Karena nurani mereka tersentuh dengan ketulusan. Karena akal sehat mereka dihadapkan pada realita, bahwa di jaman pemerintahan Jokowi-lah pembangunan semesta Indonesia berjalan dengan paripurna.

Jokowi telah mengajarkan kepada kita arti kerja dengan hati dengan dasar pengabdian yang ikhlas dan tulus. Dan pada saatnya semuanya akan berbuah manis demi Indonesia yang lebih baik. 

Jokowi telah mengajarkan kita bersikap apa adanya. Tidak perlu harus tiba-tiba MENDADAK ISLAM atau MENDADAK JADI ULAMA JADI-JADIAN. 

Jokowi bekerja dengan hati.

#Jokowilagi

DPR Pagar Makan Tanaman


*DPR Pagar Makan Tanaman*

Ber kali2 saya utarakan Anggaran Biaya Rutin terlalu mewah. Tahun 2007 sekitar 72%. Tiongkok 28% sudah mewah. USA 34% Super mewah.
*Ayo petisi turunkan sampai layak dengan duluan Pangkas habis Anggaran Anggota DPR/D biar kelihatan siapa Anggota DPR/D yang berbhakti bagi Nusa Bangsa* 
=================
Sangat Mengejutkan Peryataan Srimulayani Sore Ini : *Anggaran DPR Harus Di Pangkas , Karena Untuk Mengurangi Utang Indonesia Yang Mencapai Rp,3.706.52Triliun Karena Anggaran Anggaran Yang Ngak Ada Hasil, Dengan Pemangkasan Anggaran DPR . Maka Indonesia Tidak Akan Utang Lagi Rakyat Akan Makmur Dan Sejahterah.!!!*

Banyak yang nyinyir dengan utang Indonesia yang mencapai Rp3.706,52 triliun. Media-media memberitakan bahwa utang Indonesia kian membengkak di bawah pemerintahan Jokowi. Ada juga yang bilang di masa pemerintahan Jokowi utang Indonesia adalah yang paling besar. Para ahli ekonomi (mau pun yang bukan) mengusulkan agar Indonesia membiayai anggaran dengan kekuatan sendiri tanpa mengandalkan utang luar negeri. Apakah bisa?

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa saja Indonesia tidak berutang, tapi dengan satu syarat harus ada pemangkasan anggaran. Sri Mulyani juga mencontohkn bahwa penerimaan negara tahun 2017 sebesar Rp1.736 triliun, dan belanja negara sebesar Rp2.133,2 triliun. Maka diperkiraan ada defisit anggaran tahun 2017 sebesar Rp397,2 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Karena ada defisit anggaran sebesar Rp397,2 triliun maka Indonesia perlu mendapat pinjaman dari pihak luar, bisa dengan cara bilateral, dari Bank Dunia atau pun Indonesia menjual Surat Utang Negara (SUN). Kalau tidak mendapat pinjaman dari luar, maka Indonesia tidak akan dapat menutupi defisit anggaran yang ada.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memberikan tantangan, jika defisit anggaran yang ada tidak ditutup dengan utang maka salah satu caranya adalah dengan memotong anggaran belanja negara. Jadi Kementerian Keuangan harus memotong sekitar Rp397,2 triliun.

"Kira-kira kalau (anggaran yang dipangkas) hampir Rp 400 triliun, (anggaran) apa dulu yang kami potong? Saya minta, kita buat polling," kata Sri Mulyani, di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017), yang mana dikutip dari kompas.com.

Ya, pertanyaan pertama adalah anggaran mana yang harus dipangkas? Menurut Sri Mulyani gaji tidak bisa dipotong terutama gaji TNI/Polri, gaji guru juga tidak boleh dipotong. Anggaran pendidikan atau kesehatan juga tak mungkin untuk dipotong, lalu anggaran mana yang harus dipangkas?
"Gaji kan enggak mungkin saya potong. Kalau gaji, bayar listrik, gaji TNI/Polri, gaji guru enggak boleh saya potong, apa anggaran pendidikan atau kesehatan boleh saya potong?" kata perempuan yang akrab disapa Ani tersebut.

Bukan itu saja, Kementerian Keuangan juga tidak mungkin memangkas bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur. Kalau dipangkas maka proyek-proyek seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) akan mangkrak. Tentu hal-hal penting ini tidak mungkin akan dipangkas oleh Kementerian Keuangan. Kalau sampai terjadi, apa bedanya dengan era SBY yang infrastrukturnya banyak yang mangkrak? Padahal saat itu SBY juga banyak berutang, bahkan ketika dilantik saja Presiden Jokowi sudah mendapat warisan utang sebesar Rp2.700 triliun.

Karena Kementerian Keuangan tidak mungkin memangkas anggaran belanja yang berkenaan dengan gaji TNI/Polri, gaji guru, anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, anggaran infrastruktur maka anggaran manakah yang bisa dipangkas jika Indonesia tidak menutupi defisit anggarannya dari utang?

Saya sih mengusulkan agar seluruh anggaran belanja DPR distop saja. Toh selama ini tidak ada hasil yang positif dari kinerja DPR-RI. Pembahasan-pembahasan Undang-undang pun terkesan molor. Bahkan Rancangan Undang-undang tentang terorisme pun sampai sekarang belum juga disahkan oleh DPR. Padahal Undang-undang tersebut sangat urgen karena ancaman terorisme sudah sangat mengkhawatirkan. Tapi, DPR masih terkesan santai-santai saja.

Malahan sekarang DPR sedang menggebu-gebu untuk memperlemah KPK. Hak Angket KPK digulirkan karena ada anggota DPR yang dijadikan tersangka oleh KPK. Bahkan Ketua DPR sendiri pun sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Tak tanggung-tanggung untuk mengadakan Hak Angket kepada KPK saja DPR menganggarkan dana sebesar Rp3,1 milyar rupiah. Padahal Hak Angket tersebut hanya ingin menunjukkan bahwa DPR masih sebuah lembaga yang punya power di Indonesia. Apa iya? Malahan oleh rakyat Indonesia DPR sudah tidak mempunyai legitimasi lagi. Dan rakyat Indonesia tidak merasa diwakili oleh mereka.

Makanya jika Indonesia tidak lagi boleh berutang untuk menutupi defisit anggaran belanjanya, dan harus memangkas anggaran belanjanya maka yang pertama-tama yang harus dipangkas adalah anggaran belanja DPR. Kalau bisa semuanya, karena tidak ada yang positif yang dihasilkan oleh DPR selama ini.

Apakah pembaca setia Seword setuju?

Saya kira begitu saja…
Sumber

.

Bitcoin Price Intraday Analysis: BTC/USD Breaks Rising Wedge Support

Bitcoin Price Intraday Analysis: BTC/USD Breaks Rising Wedge Support

Bitcoin price
Advertisement

Against every bullish expectation, bitcoin price finally lost its latest upside today to growing bearish pressure.

The BTC/USD on Wednesday plunged as much as 7 percent. The pair seemed to have overstayed its welcome near the resistance of our Rising Wedge channel. There was absolutely no buying sentiment visible around the area in the past three days. The early Asian session saw to it and started crashing the value. By mid-Asian and early-European session, BTC/USD had crashed from its intraday high near 7400-fiat to a new intraday low towards 6902-fiat.

As we now enter the US time, the pair is hinting no reversal and could go testing more downsides as the session matures.

BTC/USD Technical Analysis

BTC/USD has invalidated our rising wedge support already to the downside. Traditionally, this could mean an extended volatile drop of at least $500. Fundamentally, there could be more thanks to a rumor that predicts a $1bn worth of Bitcoin dump by one Bitcoin whale. Sentiments, after all, prevails technicals as far as trading is concerned.

Nevertheless, for the sake of what our heading suggests, we'll stick to the technical overview of Bitcoin market. That said, the BTC/USD pair is indeed heading inside a strong bearish zone. The pair is close to testing its 100H MA for a potential pullback which could resume our bullish hopes and reject the prevailing downtrend as yet another bull pennant formation. However, if the 100H MA is broken, there would be a risk to an extended downside momentum.

The RSI and Stochastic Oscillator indicators both have slipped into their respective oversold regions and might continue to the prevailing directions, awaiting a minor/major bounce back.

BTC/USD Intraday Analysis

From the intraday perspective, we are definitely inside a new range defined by a new interim support at 6832-fiat and interim resistance at 7130-fiat. We'll be first waiting for BTC/USD to test 6832-fiat and 100H MA for a potential bounce back. Should it happen, we'll leave no opportunity to enter a long position towards 7130-fiat, as the part of our intrarange strategy. An extended break above the resistance will have us put another long towards 7264-fiat, our intermediary upside target with an open view towards 7429-fiat. At the same time, we will keep our stops four-pips below the entry point on every long position.

In case we break below the 6832-support, we will enter a short position towards 6750-fat while keeping our stop loss four-pips above the entry point.

Featured image from Shutterstock. Charts from TradingView.

Please join us at
and start earning money automatically by trading Bitcoin
on Binance Platform.

Trade BITCOIN , - a promising Cryptocurrency
REGISTER Here for FREE 

Click and Start Earn JSECoin 

Follow the News Updates on Business and Cryptos

Our Hotline : Phone and Whatsapp : +62818692956 
Phone ONLY +6281282972731  



Kondisi Ekonomi 2018 Disebut Lebih Buruk Dibanding 1998? Ini Faktanya

Kondisi Ekonomi 2018 Disebut Lebih Buruk Dibanding 1998? Ini Faktanya http://kom.ps/AFydMS 



MENU

BAGIKAN:      
Ekonomi Makro
Kondisi Ekonomi 2018 Disebut Lebih Buruk Dibanding 1998? Ini Faktanya
Rabu, 5 September 2018 | 05:22 WIB
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Rupiah terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Bahkan, sejumlah bank telah menjual mata uang tersebut di level Rp 15.000 per dollar AS.

Kondisi itu kemudian menimbulkan anggapan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri saat itu lebih buruk dari 1998. Lantas, bagaimana faktanya?

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memastikan depresiasi rupiah yang terjadi saat ini berbeda dengan depresiasi rupiah ketika 1998 silam.

"Pelemahan rupiah tahun ini dibandingkan 1998 yang anjloknya 80 persen dari Rp 2.500 secara tiba-tiba ya sangat jauh ya. Selain itu, waktu itu juga tidak ada kenaikan gaji sehingga daya beli masyarakat menurun dan harga-harga melonjak tinggi," kata David saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

David menambahkan, meski ada pelemahan sepanjang lebih dari satu semester, tahun ini juga diiringi dengan kenaikan gaji dan harga-harga yang cukup terjaga.

Sementara itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia saat ini sangat berbeda dengan fundamental perekonomian Indonesia 20 tahun lalu.

Pada periode tersebut, krisis di Indonesia diawali oleh krisis mata uang Thailand bath dan ditambah buruk dengan pengelolaan utang luar negeri swasta yang tidak hati-hati lantaran sebagian utang tersebut tidak mendapatkan lindung nilai.

Selain itu, penggunaan utang jangka pendek untuk pembiayaan usaha jangka panjang dan penggunaan utang luar negeri untuk pembiayaan usaha domestik juga turut memperparah kondisi fundamental ekonomi dalam negeri terpuruk.

"Krisis utang swasta tersebut yang kemudian mendorong tekanan pada rupiah di mana tingkat depresiasinya mencapai sekitar 600 persen dalam kurun waktu kurang dari setahun, dari Rp 2.350 per dollar AS menjadi Rp 16.000 per dollar AS," ujar Josua.

Josua menambahkan, kondisi itu sangat berbeda dengan saat ini. Menurut dia, pengelolaan utang luar negeri swasta cenderung lebih berhati-hati. Bank Indonesia (BI) juga sudah mewajibkan transaksi lindung nilai bagi korporasi dalam rangka mengelola risiko nilai tukar.

"Pengelolaan yang lebih baik dari utang luar negeri swasta terlihat dari pertumbuhan utang jangka pendek yang cenderung rendah. Dalam jangka pendek, BI akan tetap mengelola stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan dual intervension di pasar valas dan pasar obligasi," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan CEIC, rupiah terdepresiasi sangat dalam pada periode September 1997 ke September 1998.


Pada September 1997, rupiah berada di level Rp 3.030 per dollar AS dan terdepresiasi hingga 254 persen pada September 1998 menjadi Rp 10.725 per dollar AS.

Sementara pada September 2017, rupiah ada pada level Rp 13.345 per dollar AS dan melemah hanya 11 persen per tanggal 3 September 2018 menjadi Rp 14.815 per dollar AS.

"Kala pelemahannya seperti 1998, rupiah seharusnya mencapai Rp 47.241 per dollar AS pada September 2018," tulis data tersebut.

Hal lainnya yang kemudian membedakan kondisi rupiah 1998 versus rupiah 2018 adalah dari sisi cadangan devisa. Cadangan devisa 1998 tercatat 23,61 miliar dollar AS, sedangkan pada 2018 mencapai 118,3 miliar dollar AS.

Berikutnya adalah peringkat surat utang pemerintah 20 tahun silam adalah junk yang artinya di bawah layak investasi dan kualitasnya jelek.

Sementara pada 2018, peringkat surat utang pemerintah adalah BBB dengan outlook stabil atau layak investasi (investment grade).

Di sisi lain, dari sisi net capital inflow secara kuartalan, kondisi pada kuartal II 2018 jauh lebih baik yakni berada pada angka 4,015 miliar dollar AS.

Kondisi itu jauh lebih baik dibandingkan net capital inflow pada kuartal II 1998 adalah minus 2,470 miliar dollar AS.

Kemudian, dari sisi pertumbuhan ekonomi, pada kuartal II tahun ini cenderung lebih baik ketimbang kuartal II 1998.

Saat pada 1998 pertumbuhan ekonomi minus 13,34 persen dibandingkan kuartal II 1997 atau secara year on year (yoy). Sementara pada kuartal II 2018, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,27 persen yoy.

Tak hanya itu, faktor lainnya yang membuat berbeda kondisi rupiah 1998 dan 2018 adalah inflasi. Dua dekade lalu, inflasi pada Agustus 1998 menyentuh 78,2 persen yoy, sedangkan inflasi Agustus 2018 hanya 3,2 persen yoy.

*Presiden Cuma Tidur 3 Jam Untuk Negara Indonesia, agar Rupiah Terus Menguat!*

*Presiden Cuma Tidur 3 Jam Untuk Negara Indonesia, agar Rupiah Terus Menguat!*

*Dunia saat ini sedang kacau*, kebijakan normalisasi moneter & kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve, serta *perang dagang* dengan negara Tiongkok, telah *berimbas negatif pada banyak negara*, termasuk emerging economies.

Beberapa *negara yg memiliki fondasi ekonomi yang rentan*, ditambah dengan *kebijakan ekonomi mereka yang dianggap tidak konsisten dengan fundamental ekonominya,* telah mengalami krisis seperti Venezuela, Argentina, Malaysia, Iran, serta Turki

Saya minta kepada semua pihak, warga negara Indonesia khususnya, saat ini kita memang sedang sebentar lagi memasuki masa Pilpres, tapi bukan berarti, *momen yang berskala global* ini dijadikan *alasan untuk mengerogoti Pemerintah*, padahal *kerjanya sudah sangat bagus*.
Stop fitnahmu wahai gerombolan oposisi. Jangan beri *racun tekanan dari dalam negeri*, yg membuat kita *menghabiskan energi-energi tidak penting, padahal tidak genting.*

Pak Jokowi Harus Tak Tidur untuk Kejar Ketertinggalan RI
Paling lama 3 jam, kemudian setelahnya kerja & kerja. Kalau kalian bilang negara ini sedang terancam, iya memang benar, tapi *skala terancam itu ada ukurannya*, masih peringatan? Atau sudah lampu merah?
Nyatanya *kita masih dalam batas yg aman*, dan karena beliau dengan kebijakannya bersama para menteri. *Indonesia tidak hancur* seperti *tahun 98 jaman mertuanya Prabowo* itu.

Perlu dibedakan, dan tidaklah sama era Soeharto dengan Jokowi saat ini.

20 tahun lalu ada *masalah politik yg kuat & terlalu runyam*. Sebab terjadi pergantian rezim pemerintahan otoriter.

Kalau sekarang itu Indonesia, sepenuhnya *masalah ekonomi & sentimen global*, salah satunya Rilis data PMI China di bulan Agustus yg turun menjadi 50,6 berpotensi mempengaruhi pergerakan rupiah.
Kenapa bisa bergejolak? Karena *ekonomi China terancam melambat*. Alhasil, *nilai ekspor Indonesia ke China berpotensi berkurang.*

Kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang sekarang juga sangat berbeda dengan kondisi fundamental pada tahun 1998. Saat itu krisis yang berawal dari krisis mata uang Thailand Bath. Krisis utang swasta pada 1997-1998 tersebut yang mendorong tekanan pada rupiah di mana tingkat *depresiasi rupiah mencapai sekitar 600%* dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, yaitu dari *Rp 2.350* per dolar menjadi *Rp 16.650* per dolar

Karena tiba-tiba melonjak, jaman era mantan mertuanya Prabowo itu, rakyat benar-benar tercekik.
Karena sederhana saja, gaji UMR DKI ada di angka Rp 192.000 per bulan, *gaji tidak bertambah*, sedangkan *harga pokok barang meningkat semuanya*, terlebih *banyak yg di PHK* akibat krisis moneter saat itu,

Menteri keuangan terbaik yang Indonesia punya, sudah memprediksi hal ini akan terjadi, *RAPBN 2019 dirancang* untuk mampu mengantisipasi terus berlangsungnya *gejolak global.*

APBN memiliki fungsi sebagai instrumen untuk *alokasi, distribusi, & stabilisasi*.
Ketiga fungsi tersebut harus makin dioptimalkan, agar perekonomian Indonesia relatif tetap terjaga & dapat menyesuaikan terhadap lingkungan normal baru.

Dimulai dari "alokasi, distribusi, & stabilisasi", Pak Jokowi sebulan yg lalu sudah mengeluarkan kebijakan bahan bakar biodiesel 20 persen ( B20 ) yang dimulai saat pembukaan pameran GIIAS 2018

Apa itu kebijakan B20? Kebijakan B20 adalah pencampuran solar dengan 20% minyak kelapa sawit.

Secara sederhana, dengan pencampuran ini, *Alokasi dana impor solar* bisa digunakan untuk hal lain yang lebih potensial dan menguatkan cadangan devisa negara. Dalam distribusinya yang merata diseluruh SPBU, ditambah pemerintah memberi ancaman kepada pihak/oknum yang nakal tidak mengikuti kebijakan B20 ini, hasilnya adalah stabilisasi harga untuk setiap masyarakat yang membutuhkan solar untuk keperluan logistiknya.

Solar tidak mahal, dapur ibu rumah tangga tidak naik karena ongkos distribusi bahan pokok tetap sama. Terlebih era Jokowi *para mafia pangan, minyak* dan segala macam keperluan emak-emak "yang tidak bersyukur pada pemerintah saat ini" sudah ditangkap semuanya. *Tidak ada pengelembungan harga.*

Pemerintah juga mengerjakan hal-hal lain, tidak hanya program diatas, *Pemerintah bersama-sama otoritas moneter*, yakni Bank Indonesia & Otoritas Jasa Keuangan terus melakukan bauran kebijakan untuk *menjaga stabilitas & penyesuaian terhadap tantangan baru*, dengan *mengurangi sumber kerentanan perekonomian* Indonesia, terutama yang berasal dari defisit transaksi berjalan.

Dan hari ini terbukti, sempat melemah hingga Rp 14.845 per dollar Amerika Serikat (AS) pada pukul 8.31 WIB, Selasa (4/9), rupiah mulai menguat . Mengutip Bloomberg pukul 10.05 WIB, rupiah menguat 0,24% ke level Rp 14.780 per dollar AS. Sekarang terus meningkat tipis menuju angka tukar terendah dengan mata uang negara Amerika tersebut.

Perekonomian tetap mampu menjaga ketahanannya secara fleksibel & terus dapat menjaga momentum kemajuan.

Jadi bersyukurlah kita, era Jokowi saat *Amerika yg sedang haus* untuk memberatkan negara berkembang, *Indonesia mampu mengatasi krisis ini dengan LUAR BIASA*.
UMR Terendah gaji 2018 saat ini masih bisa membuat para ibu-ibu membeli semua kebutuhan pokok karena harganya tidak naik sama sekali.

*Negara kita harus lebih dewasa saat ini*, Presiden kita tidak pernah letih untuk mencintai rakyatnya agar terus makmur & jaya.

*Hidup Indonesia !!!*

Kesaksian ttg seorang Tionghoa di Lombok saat gempa Lombok 2018

Selamat Pagi Lombok...

Hari ini saya kembali "ditampar" oleh tetangga saya yang "Kafir Aseng" ini! 
Pak Riken, ya demikian ia dipanggil tetangga2 lain di seputar rumah saya. Beliau adalah pebisnis hasil bumi dan sembako yang cukup sukses, memulai karir dari nol dengan modal kepercayaan...

Tadinya saya pikir beliau akan meminta saya mengembalikan mobil pick up yang ia pinjamkan untuk kami mondar mandir mengangkut air bersih dari sumber air ke titik-titik pengungsian yang jauh itu... 
Saya mulanya khawatir memikirkan bagaimana lagi kami akan mendistribusikan air bersih ke lokasi-lokasi yang tak terjangkau "mobil besar" tangki-tangki air pemerintah (PMI)...

Alhamdulillah perkiraan saya salah total!!!
Bukannya meminta mobilnya dikembalikan, pak Riken bahkan menegaskan saya boleh pakai mobil itu hingga program saya selesai!!! Masyaallah!!! Dan beliau menawarkan saya untuk pakai mobilnya yang lain untuk tambahan alat angkut jika 1 mobil angkutan itu saja belum cukup!!! 

Dan saya hanya bisa berdecak kagum dalam hati saat dengan setengah berbisik beliau katakan, "pak Agus, kalau masih perlu pakaian, terpal dan selimut untuk korban gempa di pengungsian, saya ada stok di Surabaya untuk dikirim langsung ke lokasi yang bapak tunjuk...."

Ah Koh Riken! Betapa semakin malunya  saya! Disaat sebagian kalangan cuma bisa nyinyir dengan mulut dan wajah lebih mirip babi muntah, di gedung-gedung dewan bahkan di kantor partai dan ormas yang mengaku paling Islami, dengan entengnya berkomentar sok tahuang kondisi korban gempa yang mereka dapatkan dari situs abal-abal agen fitnah dan akun-akun sosmed palsu penyebar hoax! Seorang Tionghwa berhati emas seperti pak Riken dan kawan-kawannya datang pada saya dengan semangat cinta sesama anak bangsa!

Sekali lagi, takkan jemu saya mengucap Terimakasih Tionghwa Indonesia!!! Cinta anda sedang menampar wajah saya dengan kerasnya!!!

Lombok, 26 Agustus 2018
Lalu Agus Firad Wirawan

*Vonis Penistaan Agama Kontroversial Untuk Meiliana*

Vonis Penistaan Agama Kontroversial Untuk Meiliana Ini Nyaris Lenyap Ditelan Gegap Gempita Asian Games 2018.

336 /

Redaksi / Rabu, 22 Agustus 2018 / 19:39 WIB

Sebarkan:
Selasa 21 Agustus 2018 INDONESIA kembali mencatat sejarah kelam.
 Foto : Meiliana seorang Ibu Tiga Anak keturunan Tionghoa di Sumatra Utara divonis 18 bulan Penjara. 

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | JAKARTA |  [ 22/08 ] - Untuk kesekian kalinya keadilan lagi-lagi harus kembali takluk dibawah tekanan massa dari kelompok radikal garis keras di Negeri yang mengaku sebagai "Negara Hukum" ini.

Pada hari itu Meiliana seorang Ibu Tiga Anak keturunan Tionghoa di Sumatra Utara divonis 18 bulan Penjara . Adapun asal muasal Musibah Beruntun ini  lantaran mengeluhkan volume pengeras suara Masjid yang dianggapnya terlalu keras.

Ia diseret ke Pengadilan dengan tuduhan penistaan Agama.
Meiliana menangis sesenggukan ketika Hakim Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo yang selama persidangan berada dalam tekanan kelompok Islam garis keras Forum Umat Islam mengumumkan vonis hukuman terhadapnya.

Belum cukup sampai di situ Meiliana harus kembali dipermalukan.

Ibu Tiga Anak berusia 44 tahun itu dibawa dari Pengadilan dalam kondisi tangan diborgol layaknya penjahat kriminal.

Perkara ini berawal dari keluhan Meiliana terhadap volume pengeras suara Masjid yang dinilainya terlalu bising.
"Kak tolong bilang sama uwak itu kecilkan suara Masjid itu kak, sakit Kupingku, ribut" ujar Meiliana kepada Tetangganya seperti yang dibacakan dalam tuntutan Jaksa.

Setelahnya pengurus Masjid sempat mendatangi rumah Meiliana.
Namun tanpa diduga pertemuan tersebut malah membuat keadaan semakin meruncing.

Keluhan Meiliana ditanggapi dengan brutal oleh Masyarakat Muslim setempat dengan membakar Vihara umat Buddha disana.

Massa membakar dan merusak sedikitnya 14 Kuil Buddha dikota Pelabuhan Tanjung Balai di Sumatra Utara dalam kerusuhan Juli 2016 itu setelah munculnya berita provokasi mengenai keluhan Meiliana tersebut.

MUI Sumatera Utara bahkan langsung menerbitkan fatwa penistaan Agama kepada Meiliana.

Ia dituduh telah melakukan penistaan terhadap Adzan yang merupakan bagian dari syariat Islam Agama sempurna.

Meiliana akhirnya didakwa 18 bulan Penjara dan mendekam di Rutan Tanjung Gusta sejak Mei lalu.

Sejak awal persidangannya kasus ini sudah dibebani oleh tekanan Massa dari kelompok Islam garis keras terhadap Pengadilan yang menuntut Meiliana divonis bersalah.

Sementara para pelaku kerusuhan yang membakar dan 14 Vihara hanya mendapat hukuman ringan selama 1 bulan 15 hari potong masa tahanan oleh PN Tanjung Balai.

Seluruh pelaku kerusuhan bahkan langsung bebas ketika vonis diketok.

Tidak satupun pelaku kerusuhan yang dituntut dengan pasal penistaan Agama.
Meski nyata-nyata telah merusak belasan tempat ibadah Umat Buddha.

Pengacara Meiliana menyatakan akan mengajukan banding terhadap vonis Hakim yang dinilai sangat jauh dari rasa keadilan tersebut.

Sementara itu kelompok radikal garis keras dari Forum Umat Islam justru menilai hukuman terhadap Meiliana terlalu ringan.

Vonis kontroversial terhadap Meiliana ini nyaris lenyap ditelan gegap gempita Asian Games 2018.
Hanya beberapa Media mainstream yang memilih untuk memberitakannya.

Sumber : (VOA Indonesia)

*Mayoritas & Minoritas, Konsep Yang Menjijikkan di Negeri Ini*

*Mayoritas & Minoritas, Konsep Yang Menjijikkan di Negeri Ini*

Penulis Denny Siregar Diterbitkan Kamis, Agustus 23, 2018
 
Minoritas
Dokter Otto

"Bang, kenapa minoritas di negeri ini masih ditekan?"

Aku menoleh kepada seseorang yang bertanya. Heran. "Minoritas? Siapa yang dimaksud minoritas?" Tanyaku. Dia kaget dengan pertanyaanku. "Ya kami inilah. Ras Tionghoa. Yang beragama Kristen dan sebagian Budha.." Jawabnya.

Ahh, minoritas mayoritas. Entah kenapa manusia tanpa sadar sudah mengkotakkan dirinya melalui ras dan agama. Yang merasa kuat melakukan propaganda, "Kami mayoritas!". Dan yang merasa lemah termakan propaganda, "Memang kami minoritas..".

Padahal hukum kita tidak membedakan warga negara berdasarkan apa agama dan rasnya. Tetapi ada manusia yang merasa menang karena jumlahnya banyak, dan ada manusia yang sudah kalah sejak dalam pikiran. Mereka inilah yang terkontaminasi konsep mayor dan minor. Onani dengan pikirannya sendiri..

Jika yang disebut mayoritas itu adalah muslim, tentu yang harus mengaku bahwa mereka mayoritas itu adalah Nahdlatul Ulama.

Kenapa ? Karena jumlah komunitas mereka saja diperkirakan 80 juta dari 260 juta warga Indonesia. Tapi apakah mereka pernah berkata, kamilah mayoritas? Tidak pernah. Bahkan Gus Yaqut, ketua GP Ansor yang mewakili pemuda NU, selalu mengumandangkan tagar #Kitainisama.

Lalu siapa yang sibuk berkumandang "Kami muslim, kami mayoritas.."? Lha, ya gerombolan kecil para pemabuk agama yang selalu sibuk mengkafir2kan itu. Anehnya, banyak yang percaya propaganda mereka, terutama non muslim yang lemah dan selalu menganggap bahwa, "Iya, kami ini minoritas.."

Kelompok kecil bergamis yang jumlahnya gak ada puluhan ribu, supaya mereka terlihat besar memang selalu berkoar, "Kami mayoritas !". Padahal oleh mayoritas muslim di Indonesia, mereka cuman diketawain aja. "Elu sendiri minoritas dikalangan muslim, eh sok teriak mayoritas segala.."

"Terus gimana dong nasib Meiliana yang divonis penjara 18 bulan, hanya karena menegur kerasnya Azan. Itu kan karena dia minoritas ??" Sanggah orang tadi..

Ah, minoritas lagi. Entah kenapa lagu "minoritas" ini seperti lagu Rinto Harahap, yang nuansanya selalu sedih dan liriknya bikin mata bengap. Kadang saya heran, kenapa sih kok nyaman bersembunyi dalam konsep bahwa, "Aku minoritas, dia mayoritas.."

Seorang teman bernama Dr. Otto Radjasa, adalah korban permasalahan di pengadilan, sebelum kasus Ahok bergema. Dia dihukum 2 tahun penjara di Balikpapan karena mengungkapkan kekritisan pikirannya lewat media sosial. Dia didemo dan akhirnya jadi terdakwa.

Padahal dia seorang muslim sejati. Rasnya pun bukan Tionghoa. Tapi dia dihukum karena "menghina agama" dimana yang dikritisi adalah agamanya sendiri..

Apakah ini berarti masalah mayoritas minoritas ??

Bukan. Ini masalah subjektifitas di pengadilan yang rentan terhadap tekanan dari gerombolan yang merasa berkuasa. Mungkin saja pengadilan itu terkontaminasi virus mabuk agama. Tapi itulah masalah besar kita. Sekian tahun kelompok radikal ini menyebar dan dibiarkan, bukan tidak mungkin infiltrasi mereka sudah masuk ke pengadilan.

Karena itulah kita berjuang supaya mereka tidak makin besar di negeri ini. Dengan melakukan tekanan dan gerakan sosial, baik melalui media maupun melalui media sosial. Kita lawan pikiran-pikiran ini dengan pikiran juga. Kita hancurkan konsep mereka bahwa mereka mayoritas di negeri ini.

Butuh perjuangan panjang memang. Dan juga pasti ada korban seperti yang dialami Dr. Otto, Meiliana dan tentunya Ahok yang dituding penista agama. Tapi mereka adalah martir yang membuka tabir bahwa "ada masalah" didalam sistem pengadilan kita. Situasi yang harus dibenahi oleh internal pengadilan itu sendiri..

Tapi bagaimana bisa berjuang, jika terus merengek, "Kami minoritas.." ?

Kekalahan utama dari orang waras di negeri ini, adalah karena banyak dari kita sudah kalah sejak dalam pikiran. Dan kelemahan itu dimanfaatkan oleh kelompok "tukang stempel kafir" itu untuk terus menekan. Karena dengan menekan itulah mereka tumbuh besar..

Belajarlah dari sesendok gula. Ia tidak disebut dalam kenikmatan secangkir kopi. Tapi ia tidak pernah merengek bahwa, "Kami minoritas. Kami minta diakui..".

Sesendok gula adalah penyeimbang dari pahitnya situasi dan memberikan kenikmatan dalam mencecap sehingga satu cangkirpun tidak cukup, harus tambah lagi...

"Bu, kopinya lagii..." Teriakku kesal.

"Yang kemarin hutangnya sudah dibayar ?" Terdengar suara menyeramkan dari balik dinding dapur yang akhirnya muncul dengan segagang sapu tanda bahwa aku harus segera menyingkir sebelum teriak-teriak dizolimi..

Seruputtt.

Vonis Penistaan Agama Kontroversial Untuk Meiliana Ini Nyaris Lenyap

*Vonis Penistaan Agama Kontroversial Untuk Meiliana Ini Nyaris Lenyap Ditelan Gegap Gempita Asian Games 2018. :*
》》
》》

_*Selasa 21 Agustus 2018 INDONESIA kembali mencatat sejarah kelam*_

*MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | JAKARTA , [ 22/08 ]*  - Untuk kesekian kalinya keadilan lagi-lagi harus kembali takluk dibawah tekanan massa dari kelompok radikal garis keras di Negeri yang mengaku sebagai "Negara Hukum" ini._

_Pada hari itu Meiliana seorang Ibu Tiga Anak keturunan Tionghoa di Sumatra Utara divonis 18 bulan Penjara . Adapun asal muasal Musibah ini  lantaran mengeluhkan volume pengeras suara Masjid yang dianggapnya terlalu keras._

*Ia diseret ke Pengadilan dengan tuduhan penistaan Agama.*

_Meiliana menangis sesenggukan ketika Hakim Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo yang selama persidangan berada dalam tekanan kelompok,,,,,,,,,,,,,*

*Klik disini untuk melihat informasinya*

Yenny Wahid, Pejuang Prulalisme sejati

Acara Mata Najwa malam ini adalah acara yang dikuasai oleh Yenny Wahid. Orang ini benar-benar objektif, membawa nama besar NU dengan baik.

Ia menjaga marwah NU dengan luar biasa. Ia netral. Tapi sesekalinya ketika PKS dan Demokrat ramai-ramai membual tidak ingin menggunakan isu SARA, Yenny Wahid muncul dan mendadak berang! Apa yang ia katakan?


 
Ia menghardik PKS dan Demokrat! Ia menyebut bahwa "PKS YANG MEMULAI ISU SARA, YA SEKARANG TANGGUNG JAWAB!"

Kader PKS mendadak ciut, sunyi dan bungkam. Demokrat pun tidak bisa berbuat banyak untuk menolong kader PKS yang terkapar dibogem oleh Yenny Wahid. Mari kita tunggu bagaimana respons PKS. Apakah mereka mulai menyasar Yenny Wahid?

Jawaban itu sontak menjadi jawaban yang membuat Ferdinand Hutahaean kader Demokrat dan kader PKS yang penulis tidak tahu namanya dan tidak perduli juga, ternganga. PKS dan Demokrat ternganga, terkaget-kaget melihat jawaban dari kader NU yang tulen itu.

Teriakan Yenny Wahid adalah teriakan dari mayoritas warga. Najwa Shihab pun terlihat begitu kaget dan tidak menduga apa yang diucapkan Yenny Wahid itu membangkitkan semangat dan amarah warga yang selama ini terpendam dan tidak berani diucapkan.

Yenny Wahid adalah woman of the match dari acara Mata Najwa. Bukan Demokrat, bukan Ferdinand. Bukan PKS, bukan saudaranya Mardani itu. Bukan Gus Rommy dalam kapasitasnya sebagai ketua umum PPP. Yenny Wahid membawa nama ayahnya, Gus Dur alias KH Abdurrahman Wahid.

Yenny Wahid hidup di dalam pendidikan keluarga Gus Dur yang begitu Islami, sekaligus begitu plural. Hanya mereka yang kadar keimanan dan keagamaanya tinggi, bisa menjadi orang yang menjunjung tinggi Pluralisme. Maka benarlah yang dikatakan oleh seorang ulama, bahwa pluralisme adalah bentuk religiositas tertinggi dalam kehidupan beragama.

Menjaga pluralisme adalah sebuah ibadah. Keberagaman di dalam Indonesia itu begitu banyak. Bahkan di dalam satu agama pun memiliki banyak aliran. Isu SARA adalah isu yang mudah sekali digoreng. Maka untuk kesatuan bangsa dan negara, perpecahan itu harus dihindarkan Isu SARA harus dihindarkan.

Bahkan hal ini menjadi sebuah ancaman bagi warga Jakarta. Kita tahu bahwa di Jakarta, sempat terjadi penggorengan isu SARA. Jakarta sempat begitu kelam. Jakarta sempat menjadi kota yang paling intoleran pada pilkada lalu. Ini menjadi sebuah bagian yang paling menjijikkan di dalam sejarah pemilu di Indonesia.

Indonesia begitu suram karena pendukung Anies yang diusung PKS dan Gerindra, menggunakan isu SARA. Bahkan mayat dan ayat pun dipakai untuk mengancam para pemilih Ahok.

Bayangkan lagi, seorang Haji Djarot Saiful Hidayat, seorang muslim taat, bisa-bisanya diusir oleh pendukung Anies dari masjid. Ini menggelikan.

Dari kasus permainan isu SARA inilah, teriakan Yenny Wahid membuncah, membakar dan menyemangati para penonton di studio Mata Najwa. Yenny Wahid dengan berani mengatakan bahwa PKS yang memulai isu SARA. Mereka harus tanggung jawab.


 
Tidak ada yang perlu ditoleransi atas aksi intoleransi ini!

Kita tidak boleh menjadi orang yang toleran dengan aksi intoleransi. Jika kita toleran terhadap aksi intoleransi, maka kita harus sadar bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita kompromikan.

Yenny Wahid membukakan fakta bahwa PKS adalah pemain itu SARA. Ini jelas dan tidak perlu ditafsir jauh. Anak dari seorang Gus Dur yang begitu toleran, sama sekali intoleran terhadap aksi intoleransi. Maka mau katakan Yenny Wahid adalah orang yang intoleran? Silakan.

Penulis setuju dengan pendirian Yenny Wahid yang memilih untuk berseberangan dengan PKS. Yenny intoleran terhadap penggunaan isu SARA yang digunakan PKS.

Akan tetapi PKS dan Gerindra masih saja berkelit. Bahkan mereka mengatakan bahwa hal itu adalah "takdir" . Takdir palelu peang!

Itu bukan takdir! Itu tragedi! Penggunaan isu SARA masih terasa dampaknya sampai sekarang. Yenny Wahid akhirnya memberanikan diri untuk menjadi sosok yang meneriakkan dan menegur keras, sampai harus menghardik PKS.

Kader PKS hanya diam saja dan ternganga. Dia tidak bisa membantah. Karena memang apa yang Yenny Wahid katakan itu benar.

Jakarta sempat menjadi tempat terjadinya tragedi penggunaan isu SARA. Kalau bicara komitmen, jangan bicara dulu. Buktikan dahulu.

Bukankah Sandiaga Uno masih menebeng isu SARA? Ada surat kabar Riau yang mengatakan Sandiaga itu putra Riau.

Ada juga yang sebut Sandiaga putra Gorontalo. Ada lagi yang sebut Sandiaga berdarah Bugis. Woi. 1 Triliun pun tidak bisa membeli tempat asal.

Masih mau bicara tidak main isu SARA? Penulis ada di sisi Yenny Wahid dan Joko Widodo.

Begitulah sara-sara.

Untuk artikel tampan lainnya, bisa dilihat di sini: https://seword.com/author/mawengkang

Tidak Semua Etnis Tionghoa pengusaha

Artikel di bawah ini ditulis oleh *seorang Cina* dari Padang dan kebetulan ada list No.1. Konglomerat itu adalah Cina Padang dengan status *Ketua Dewan Penasehat Wapres RI, pak JK,.*
menarik tulisannya... Silahkan lanjutkan membacanya..

Indonesia Memang Dikuasai Cina...... Tapi CINA ORDE BARU..!

Tidak semua etnis Cina itu hrs Ikut bertanggung jawab pada penguasaan Ekonomi Indonesia...!

Oleh: Teddy Setiawan *)

JAKARTA 3 Juli 2017 - Ini copas dari grup sebrang,. bukan hoax dan bukan mau rasis lho,. tapi ini kenyataan yang orang harus tau bahwa Jokowi lah yang justru mau memperbaiki kondisi negeri ini, bukan sebaliknya.....

Saat ini ada orang menuding bahwa di bawah Pemerintahan Jokowi Indonesia telah dikuasai orang-orang Cina. Ngeriiiiii... apalagi kalau yang mendengar itu tidak ngerti sejarah yg benar dan apalagi kalo dia malas membaca.

Secara statistik benar bahwa ada beberapa orang keturunan Cina/Tionghoa yang menguasai ekonomi Indonesia. 

Pertanyaannya Siapa-siapa mereka dan sejak kapan mereka menguasai Indonesia.?!

Yuk kita lihat siapa² saja pengusaha keturunan Cina yang saat ini kata-nya menguasai ekonomi Indonesia....

1. Sofyan Wanandi (Liem Bian Koen).
2. Sudono Salim (Liem Sio Liong) Almarhum.
3. Anthony Salim (Liem Hong Sien).
4. Eka Tjipta Widjaja (Oei Ek Tjhong).
5. Robert Budi Hartono (Oei Hwie Tjhong).
6. Susilo Wonowidjojo (Cai Dao Ping).
7. Rachman Halim (Tjoa To Ning).
8. Michael Bambang. Hartono (Oei Wie Gwan).
9. Mochtar Riady (Li Moe Tie).
10. Murdaya Poo (Poo Tjie Gwan).
11. Tommy Winata (Oe Suat Hong).
12. Ciputra (Tjie Tjien Hoan).
13. James Riady (Li Bai La).
14. Edward Soeryadjaya (Tjia Han Pun).
15. Liem Yu Chan, (Muslim Yudha Chaniago).

Itu nama-nama sebagian konglomerat keturunan Tionghoa. Usia mereka saat ini antara 60 - 80 tahun.

Para konglomerat ini adalah konglomerat yang dibesarkan oleh Orde Baru dan sampai hari ini mereka tetap menjadi konglomerat.

Dulu di zaman Orde Baru mereka dikenal sebagai Konglomerat Cendana atau istilah lainnya Konglomerat Jimbaran. 

Konglomerat² ini juga yang secara rutin nyetor ke belasan yayasan milik keluarga Cendana (Soeharto).--

Sekarang ini kira-kira siapa lingkar keluarga Cendana yang masih berpolitik.?! Hayoooo.. Tau gaaak.?! Kita sebut saja sedikit yaaa..... Pertama, Titiek (Anak Soeharto). Kedua, Tommy (Anak Soeharto sempat ditahan karena kss pembunuhan hakim). Ketiga ada namanya Prabowo Subianto..... Prabowo ini mantan suami dari Titiek alias menantu Soeharto. Sebelum reformasi konon Prabowo ini lah yang berada di balik penculikan² aktivis yang anti Soeharto (Datanya ada di Komnas HAM).

Bisnis² para Konglomerat yang lahir dari rahim Orde Baru itu sekarang ini rata² sudah dikelola oleh Generasi kedua (anak, menantu, orang² kepercayaan) dan generasi ketiga (cucu- cucu-nya).  Selain regenerasi juga penyamaran buat mengamankan harta jarahan sekaligus money laundering.....

Jadi jelas muter-muter di situ² saja 'kan,.?!

Sekarang kisah itu lagi digoreng-goreng jadi dongeng baru.... Konglomerat² itu seolah olah Jokowi lah yang membesarkannya. Lucu ya, Jokowi baru jadi Presiden RI pada 2014, sementara kita tahu konglemerat² itu sudah kaya raya dari tahun 70-an, 80-an dan awal 90-an. Sejatinya para konglomerat itu semua lahir, besar, diproteksi dan menjadi gurita sejak jaman Orde Baru.

Kan skarang sudah zaman Reformasi tetapi mengapa mereka itu tetap menguasai Ekonomi Indonesia.?! Ekonomi dan Politik itu satu keping mata uang dengan Dua Wajah.... Artinya Mereka tetap menguasai ekonomi karena bisnisnya tetap dilindungi dan dibackingi oleh politisi2 busuk Orde Baru.

Bahasa sederhananya antara Konglomerat2 Orde Baru dan Politisi2 Busuk Orde Baru SALING MELINDUNGI & MEMBUTUHKAN.

Jadi kalo sang konglomerat-nya ada masalah maka politisi² Orde Baru yang akan melakukan lobi².... Sebaliknya bila politisi-nya butuh dana berpolitik apakah untuk Pilkada atau Pilpres,  ya gantian lah para konglomerat itu yang membiayai.

Jelas gak.?! Gitu lho Cerita nya... Jadi jangan ASAL Sok tahu bilang "Cina.... Cina.... Ganyang Cina" karena tidak semua etnis Cina itu Ikut bertanggung jawab pada penguasaan Ekonomi Indonesia. Etnis Cina yang miskin, gembel, hidup ngutang sana-sini, jadi kolektor kredit , jaga warung dan jualan pulsa, dll.... juga jumlahnya jutaan.

Yang harus bertanggung jawab ya jelas Orde Baru. Etnis Cina itu dulunya cuma alat bisnis... Bisa dikatakan bahwa Orde Baru adalah penguasa dan konglomerat Cina di atas itu yang dikasih hak utk mengelola kekayaan yang ada di Indonesia.

Siapa yang ngasih hak itu.?! Ya Orde Baru..!! Siapa yang Salah? Jelas Orde Baru...!! Orde Baru lah yang mengambil tanah pribumi dan diserahkan pada etnis Cina konglomerat untuk dijadikan Kebun Sawit, Tambang, Tambak, dll.

Kalo Ahok Bagaimana.?! Nah,.. Ahok ini lah yang dipakai Jokowi untuk "ngatur" para Konglomerat Cina itu yg rata-rata berdomisili di luar negeri dan punya kantor pusat di Jakarta agar konglomerat itu gak bisa terlalu serakah. 

Lalu kenapa Ahok  yang dipakai Jokowi.?! Sudah hukumnya kata orang, kalau ada masalah dengan orang Batak ya pakai orang Batak juga untuk bicara.... Kalo ada masalah dengan orang Jawa ya dekati dengan sesama Jawa. Pendekatan etnis seringkali bisa lebih efektif. Itu bisa dibuktikan oleh Ahok yang sukses memangkas keuntungan para Konglomerat, yg kini berdampak menyusutnya upeti² ke oknum² Pejabat-nya.

Berikutnya wajar saja bila para politisi Orde Baru pada kesal kepada Ahok, karena upeti jadi jauh berkurang akibat "dipalak" Ahok 15% untuk bangun rusun, RPTRA,  jalan layang, dll.--

Seterusnya kita tahu dong ceritanya bagaimana..... Politisi-politisi Orde Baru itu ngeroyok Ahok dengan segala cara agar kalah di Pilkada dan masuk penjara.

Tulisan ini bukan HOAX dan tidak bermaksud rasis, tapi upaya untuk meluruskan sejarah dan dibangun di atas data dan fakta yg objektif..... 

Kalo ada diskusi atau lesan berantai yang bilang bahwa etnis Cina atau Tionghoa menguasai ekonomi Indonesia maka acung-kan tangan saat diskusi lalu tanyalah,.. "Para konglomerat etnis Cina itu lahir dan besar di zaman siapa.?!" Orde Baru atau Jokowi.?!

Kalo ada pesan berantai via Sosmed.?! Gampang,. copas saja tulisan ini lalu kirim balik ke yang ngirim pesan berantai itu.

Dengan ikut  dan mau menyebarkan tulisan ini kita sudah ikut berjuang untuk meluruskan sejarah agar tidak dimanipulasi dan dibengkok-bengkokan, serta peduli akan nasib bangsa dan negeri kita tercinta ini. 

Selamat berjuang meluruskan sejarah dan memeringati 19 tahun Reformasi yang selama ini stagnan - berjalan di tempat dan di era JOKOWI lah baru ada perubahan.⁠⁠⁠⁠ ***
==========

*) Teddy Setiawan -- Aktivis Eksponen Angkatan '66 KAPPI yang juga keturunan Tionghoa, kelahiran Padang,  Sumatera Barat.--

*Jokowi* di mata orang RRChina

*Jokowi* di mata orang RRChina
Tulisan Melina Meliala 

Sabtu kmarin aku ikut seminar ttg "Saham & Securitas" di Hotel Primiere Pekanbaru yg dibawakan oleh seorang China dari Alibaba Corporation. Waktu istirahat dia bilang bahwa *mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..*

Saya terkejut.. bagaimana dia bisa? Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang *Jokowi* dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap *Jokowi* tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh *Jokowi*

_Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak ! Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga._

_*Mencintai presiden*  *adalah bagian dari mencintai negara.* Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden_ _hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah_

Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci

_Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya *orang itu* tidak bahagia.._

Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya. 
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, 
_Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri *karena dia tidak mampu seperti orang lain..*_

_Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia_ Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, *itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya* _Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya._

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, _bahasa Tionghoa menyebut *bahagia itu adalah Kai Xin*_. Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. *_Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati_* Kalau digabungkan menjadi *_" Buka hati "_. _*Artinya orang yang terbuka hatinya_*, _hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh._

*Hatinya terbuka* untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia.. *itulah Presiden kamu*
Dan yang membuat saya terharu, *dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik.*

_Itulah dia, karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertutup , dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama *tapi mengubah mental.., mental orang bahagia*_
🇮🇩 👍👍🏼👍🏽👍🏾 🇮🇩

Memilih Jokowi. ( Revolusi mental ).

Memilih Jokowi.
( Revolusi mental ).

" Selalu larut kau pulang , Yung. " Kata mandeh ketika membukakan pintu untuk putra tertuanya. " Mandeh tak tahu apa yang kau kerjakan di Surau sampai selarut ini. Lihatlah badan kau sudah kurus. Mata cekung. Nanti sakit kau. Siapa yang repot? " sambung mandeh dengan celotehnya seraya masuk kekamar. 
" Tenang sajalah Mandeh. Aku sedang berjuang mencerahkan masyarakat kampung agar mereka tidak salah pilih dalam pemilu nanti."
" Apa hubungannya dengan kau ? Mandeh menengok kebelakang kearah anaknya yang duduk di kursi meja makan. 
"Aku dapat tugas dari jakarta , mandeh. Ini tugas maha penting untuk kemaslahatan umat. "
" Tak paham aku. Dan lagi sejak setahun lalu kau tidak lagi kembali ke Jakarta. Tak elok anak bujang tinggal dikampung tanpa penghasilan. Untuk beli rokok saja kau tergantung dari adikmu yang supir prah. "
" Mandeh berdoa sajalah. Setelah pemilu semua akan lebih baik nasip kita.  Kezoliman harus dihentikan. Dan itu hanya lewat pemilu. "
" Tak paham aku. "

Mandeh masuk kamar. Buyung terhenyak di ruang tengah sambil menghisap rokok dalam dalam. Pikirannya jauh entah kemana. 

Keesokan paginya setelah pulang dari Surau untuk sholat subuh, diteras rumahnya sudah ada paman datuk. 
" Paman " kata Buyung seraya menudukkan tubuh seraya menyalami pamannya. " Duduklah Yung. Paman mau bicara" Kata pamannya. Mandeh, segera berdiri masuk kedalam rumah. Buyung mengambil tempat duduk berhadapan dengan pamannya. Pamannya belumlah terlalu tua. Ia adik ibunya.Namun sebagai pedagang dia memang tergolong terhormat di kampung. Bukan karena hartanya tetapi karena gemar berbagi kepada siapapun. Termasuk menjaga ponakan, andai tolan.
" Paman dapat cerita dari Mandeh kau. " kata paman seraya menatap matanya dengan tajam. ' Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan kau? 

Buyung hanya diam. 

" Bicaralah Yung. Paman ini pengganti Ayahmu. Setelah kalian Yatim, paman yang menanggung biaya kalian. Termasuk biaya kuliah kau di Jakarta. Tadinya paman senang ketika dapat kabar kau sudah bekerja di Bank tetapi sekarang paman baru tahu kau berhenti kerja. Sudah setahun dikampung kau semakin tidak jelas hidupmu. Ada apa ?"

Buyung tetap diam. 

Pamannya terus menghisap rokok sambil menatap kearah jalan raya. Sekali kali dia mengangguk ketika orang menyapanya. 

" Paman" Kata buyung dengan santun. " Boleh kita diskusi ? Maaf kalau kamanakanda lancang. "
" Bicarahlah. Kau bukan lagi anak anak, Apalagi kau sudah sarjana. "
" Aku harus berjuang agar pemilu nanti bisa menjatuhkan rezim yang berkuasa. Target kami adalah mengganti sistem yang ada. Sistem yang ada sekarang ini tidak diridhoi Allah. Karena Pancasila itu tidak sesuai dengan syariah islam."
" Jadi rencana kau dan teman temanmu mau mengganti Pancasila? 
" Ya Paman."
" Coba sebutkan dengan bahasa sederhana Syariah yang kau maksud. Kalau kau bisa yakinkan paman orang kampung ini maka tentu bisa meyakinkan orang lain yang lebih pintar. "
" Begini paman. Negeri ini tidak akan mendapatkan rahmat Allah kalau tidak didirikan atas Tauhid, " katanya 
"Ya, kamu benar. Itulah Ketuhanan Yang Maha Esa. " 
"Tapi pamah juga harus paham landasan Tuhan harus teraktual kan dalam bentuk Kemanusiaan. Jadi agama dalam perbuatan akhlak mulia." Kata Buyung lagi dengan tangkas
" Benar, Anakku.! Itulah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. " kata pamannya.
" Tapi ada lagi .."
" apa , sebutkan ! "
" itu harus memastikan rasa aman dan damai bagi berbagai kaum dan kelompok yang berbeda. Karena Islam itu rahmatanlilamin yang menjamin mereka yang berbeda dapat bersatu tanpa berseteru."
" Benar , Anakku. Itulah Persatuan Indonesia.
" Tapi ada lagi bahwa kepemimpinan atas dasar kerakyatan dan dilaksanakan atas dasar musyawarah bagi mereka yang hikmat dan bijaksana. " katanya dengan retorika utopia.
" oh itu kan Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Ya kan " kata Paman.
" Tapi .."
" apalagi .."
" Tujuan akhirnya adalah keadilan sosial. Itu tujuan dari berdirinya negara. Adil itu dekat kepada Takwa.
" Ya Anaku. Itu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia"
" Paman.." Buyung berusaha menjelaskan lebih jauh.
" Benar.. Kamu hebat bisa paham syariah bahwa itu adalah pancasila itu sendiri. Ada lagi.?
" Ya.. Paman..Tetapi sistem yang ada sekarang banyak orang korupsi" 
" Kalau orang islam korupsi, mencuri apakah itu sama dengan agama  islam yang salah ? engga kan. Yang salah itu manusianya. Begitu juga dengan pancasila. Kalau ada yang korup, itu bukan pancasila yang salah tetapi orangnya salah.  Hati hati kau menilai dan menghakimi sesuatu bila pengetahuan kau tidak cukup. Nanti kau nampak bodoh dihadapan orang lain." 
Pamanya menatap mata buyung denga keras." ada lagi yang mau dibahas , Yung ?

" Tetapi rezim sekarang sudah menyimpang dari keadilan sosial. Kemiskinan terus bertambah. Harga semua naik. BUMN dijual ke asing. Dan semakin jauh dari ulama. Kita harus berjuang akan ini bisa dihentikan."

" Yung. Paman ini hidup dari sejak presiden pertama sampai kini presiden ke tujuh. Baru kini kegiatan ekonomi didesa begitu bergairah. Jalan begitu bagusnya. Mudah kita membawa hasi tani ke kota. Irigasi terbangun meluas . KIta dapat produksi padi lebih mudah. Butuh modal  juga mudah dan murah daripada pinjam ke rentenir. BPR tumbuh pesat. Kini sudah ada pula bank wakaf. Kalau sekarang orang miskin maka itu yang salah dirinya sendiri karena  dia malas seperti kau ini. Tetapi kalau dia terus bekerja keras , hanya masalah waktu dia akan makmur. Karena semua untuk itu kini tersedia. Yang penting  sabar dan terus kerja keras.."
" Tetapi harga semua naik "
" Kenapa pula kau pusing kan soal harga naik. Dari dulu harga terus naik. Kau harus pikirkan bagaimana penghasilan bisa meningkat agar mampu  membeli berapapun harga dipasar. Kau sarjana. Cerahkan rakyat kampung agar mereka bisa meningkatkan penghasilannya. Bukan memprovokasi mereka membenci kepada pemerintah dan memberikan angin sorga agar memilih jagoan kau. Itu racun anakku. "
" Paman, bukan itu saja. Saat sekarang negara kita tergadaikan dengan asing karena hutang. BUMN terpaksa dijual. Aku tahu betul itu, paman. KIta harus selamatkan bangsa ini"
" Kalau kau maksud Jokowi itu biang masalah sehingga membuat negeri ini tergadaikan. Paman jadi bertanya dengan kau. Jokowi itu hanya menang tipis dengan Prabowo. Partainya pun bukan mayoritas di DPR. Manapula kekuatan seperti ini bisa menjual negeri kini kepada asing. Belum dia jual sudah jatuh dia oleh kekuatan DPR. Entahlah Yung, paman ini orang kampung tetapi tidak terlalu bodoh untuk memahami aturan main negeri ini.  Tak elok orang terpelajar seperti kau ini sibuk mencari cari kesalahan pemerintah sementara kau sendiri untuk beli rokok uang dari adikmu."
"Paman saya tahu betul soal jokowi itu. Dia penipu. Pembohong. Munafik"
" Yung, kau orang minang. Harus berakal. Harus bedakan mendengar dari orang tentang Jokowi dengan mengenal seorang Jokowi. Kau tidak mengenal Jokowi. Siapa kau sehingga sangat yakin tahu segala galanya tentang Jokowi? Sehingga merasa benar mengadili Jokowi dengan prasangka burukmu. Sikap kau itu akan menjauhkan rezeki dan mengeraskan hatimu. Mungkin Jokowi sudah memaafkan mu tetapi sebaiknya kau mulai membersihkan hati agar hidup kau tenang dan focus mengubah hidupmu lebih baik."
" Pilihan saya bukan Jokowi  , Paman datuk"
" Itu hak kau. Bukan urusan paman."
" terimakasih paman udah mengerti sikapku."
" Aku tidak mengerti Yung. Karena sampai kini paman tidak pernah mendengar  siapa yang menentang JOkowi menyampaikan gagasan yang lebih baik dari Jokowi. Mereka hanya bisa menebar kebohongan untuk mengundang kebencian orang lain terhadap Jokowi. Sementara Jokowi tidak pernah menyalahkan mereka. Dan tidak membalas hujatan mereka. "
" Baiklah paman. Boleh tahu mengapa paman memilih Jokowi ?
" Karena dia paling banyak di fitnah dan di hujat. Agama mengajarkan kita, kalau ingin memilih pemimpin maka pilihlah yang paling banyak di fitnah dan dia sendiri tidak pernah membalas fitnah itu. Dia sabar dan tersenyum menyikapinya. Itu artinya dia orang baik. Itu sifat penerus nabi. Paham kau. "
"Paham paman."
"Paman hanya ingin kamu kembali kedunia nyata. Tak elok menggantang asap dan melukis diawang awang,  sementara hidup kau tak berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Malulah sebagai putra minang. Jangan rusak tradisi keluarga kita.